Do’a Sang Juara

Do'a Sang Juara
Do’a Sang JuaraSalam sehat buat Member WOO TEKH Khususnya Member WOO TEKH MAKASSAR Semoga Tetap Bersemangat.
Dan Saya ucapkan kepada Para Peraih Reward yang telah berjuang dan telah merasakan Perjalanan Pahit Dan Manis dalam mengejar impian hingga dapat merasakan apa yang mereka inginkan. Dan jangan pernah berhenti meraih impian.
 
Hari ini saya akan memberikan sebuah cerita motivasi yang semoga dapat menjadi inspirasi buat Teman-Teman semua para member WOO TEKH MAKASSAR khususnya yang masih dalam perjalanan mengejar juara/impian.
Suatu Hari, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. 
Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Andi. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Andi lah yang paling tak sempurna.

Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Andi bangga dengan itu semua, sebab,mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 “pembalap” kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.

Namun, sesaat kemudian, Andi meminta waktu sebentar sebelum  lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, “Ya, aku siap!”.

Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. “Ayo..ayo…cepat..cepat, maju..maju”, begitu teriak mereka.

Ahha…sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Andi lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Andi. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. “Terima kasih.”

Saat pembagian piala tiba. Andi maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?”. Andi terdiam. “Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan” kata Andi.

Ia lalu melanjutkan, 

Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. “Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah.” 
Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.
 
Itulah Do’a Sang Juara.
 
Semoga Bermanfaat.
 
Obat Pelangsing
 

Add a Comment